Aku dan Tamas sama-sama suka buah. Buah dadaku...-buahan dari pasar basah atau yang dijualin sama mobil-mobil pick up yang ngetem di pinggir jalan. Biasanya kami mencarinya malam-malam sehabis nonton One Piece atau takpaksa nonton Korea. *Mang aku KEDJAM*. Tapi biarin. Soalnya Tamas juga suka maksa akoooh buat ndubberin tokoh-tokoh kartun kesayangannya. Dengan kata lain, aku suka dimintain tolong buat ngedongengin komik onlinenya pake bacaan keras-keras.
Uhuk,..kembali ke topik awal.
Suatu ketika, Tangerang dan sekitarnya sedang dilanda musim duku. Dimana-mana orang berlomba untuk menyusun duku. Buah berdiameter kecil-kecil ini seolah tidak boleh dibiarkan bercereceran barang satu kalipun layaknya hatimu yang telah dikoyak-koyak oleh hatinya setelah 14 tahun lamanya (emange Rangga?).


Nah, pokoknya dari baris pertama sampai baris terakhir, semua saling bersaing untuk menjual dukunya masing-masing. Duku-duku tersebut konon kabarnya didatangkan langsung dari Palembang. Agak ga yakin sih. Soalnya kan biasanya ada yang main licik dengan cara mencampurkan sama yang asem....Tapi positip thinking aja lah. Lagian sama-sama vitamin C ini.
Melihat bola mataku yang kian berbinar, akhirnya Tamas meminggirkan mobil. Dia sih uda feeling kalo aku kepengen beli. Yaeyaaallllaaahh, tentu sajaaaaa, huhuh...
Kemudian aku ditabok disuruh beli sendirian soalnya dia sekalian ngetes apakah aku bisa nawar ato ga. Hmmmm...kenyataannya?? Bisa dong !! Setelah dicoba, yes...akhirnya dapat Rp 40 ribu 2 kilo dari harga semula 30 ribu per kilonya. Sebenere aku tau sih Tamas mau bilang klo harga jual dasarnya ya emang segitu. Jadi bukan prestasi-prestasi amat klo aku berhasil membayar 20 ribu. "Coba klo 15 ribu dek...itu baruuuu emak-emak sejati." Emang sih kuakui, Tamas itu lebih paham harga-harga bahan makanan...kalo ga pasti turun dong reputasi dia sebagai seorang anak petani...huhuii.
2 kilo duku nih |
Setelah deal-dealan dan duku masuk ke dalam kresek, akupun ijin pamit (lhaaa ngapain juga gue pamit??). Perjalananpun dilanjut sembari tangan ini menyelundup ke arah kresek dan memotek buah-buahan tadi. Aku makan dengan bahagia, sementara Tamas hanya bisa menatap iri.
"Kupasin dong Dek, kan lagi nyetir ini...."
M.o.d.u.s
Jadi keinget waktu pulang dari Gunung Sindur, terus dia minta potekin juga kulit rambutan rapiah yang masi ijo-ijo itu....#pahit.
Tapi karena dah terlanjur baik hati ya aku jabanin juga perintahnya. Abis bersusah payah ngehindarin getah duku yang bikin lengket, kusorongkan lah siung-demi siung duku itu ke dekat tangannya. "Yo sekalian, suapin noooo...",elaaaahhhh kurang romantis apalagi cobaaa?? Owalah Ndoro kakung-Ndoro kakung....

"Kupasin dong Dek, kan lagi nyetir ini...."
M.o.d.u.s
Jadi keinget waktu pulang dari Gunung Sindur, terus dia minta potekin juga kulit rambutan rapiah yang masi ijo-ijo itu....#pahit.
Tapi karena dah terlanjur baik hati ya aku jabanin juga perintahnya. Abis bersusah payah ngehindarin getah duku yang bikin lengket, kusorongkan lah siung-demi siung duku itu ke dekat tangannya. "Yo sekalian, suapin noooo...",elaaaahhhh kurang romantis apalagi cobaaa?? Owalah Ndoro kakung-Ndoro kakung....

Setelah kurang lebih melewati Pertigaan Sangiang yang padetnya naudzubillah, akhirnya kami tiba di rumah mungil kami dan meneruskan dengan acara makan berat. Makan di kasur, sambil nonton TV. Ganti-ganti Channel. Kadang Tipi One, kadang D'Academy Indosiar.
Emang sih kebiasaan makan di kasur susah banget diilangin. Apa-apa pasti baliknya ke kasur. Entah itu ngeblog, streammingan, baca buku, pijet-pijetan, sampe makan nasipun ada di situ. Hal ini kayaknya sesuai dengan ramalan
ID Name Test Facebook deh tentang hal-hal apa saja yang membuat seseorang menikahiku. Salah satunya yaitu tadi.. nyiapin sarapan di tempat tidur. #koplak..
Makanya kasur ini paling pas kami sebut sebagai sarang.
Setelah bosen liatin acara tipi yang itu-itu aja, tiba-tiba aku pengen ganti film Korea. Padahal Tamas paling underestimate sama film action Korea. Kata dia film action barat lebih canggih kemana-mana. Huuuw, blom tau dia, film korea jenis thriller aka detektif-detektifan bagus-bagus banget padahal. Lebih nguras otak buat menebak siapa suspectnya. Bahasa lainnya ngetwist di ending. Ga mengandalkan tampang alias fisik semata, tapi lebih ke karakteristik tokohnya. Makanya aku hapal banget klo yang jadi pemainnya rata-rata adalah artis Korea senior dengan tampang yang jauh dari oppa oppa K-pop yang kata ABG sekarang unyuk-unyuk. Jadi rada suram juga ya selera film Adek, Bang ??
Wokeey, tanpa menunggu persetujuan dari Tamas, akhirnya aku tetap pasang colokan dvd dan memilih judul I'am a Father. Gilaaak ni film menguras emosi banget. Kalian harus tau...ntar aku review belakangan.
Tamas seperti biasa lebih memilih untuk membaca komik One Piecenya dengan khidmat, meski sesekali doi juga nengok karena penasaran. Cuma gengsi aja buat mengakui. Hahaha...
Emang sih kebiasaan makan di kasur susah banget diilangin. Apa-apa pasti baliknya ke kasur. Entah itu ngeblog, streammingan, baca buku, pijet-pijetan, sampe makan nasipun ada di situ. Hal ini kayaknya sesuai dengan ramalan
ID Name Test Facebook deh tentang hal-hal apa saja yang membuat seseorang menikahiku. Salah satunya yaitu tadi.. nyiapin sarapan di tempat tidur. #koplak..
![]() |
Terbukti kan...hasil testnya?? |
Makanya kasur ini paling pas kami sebut sebagai sarang.
Setelah bosen liatin acara tipi yang itu-itu aja, tiba-tiba aku pengen ganti film Korea. Padahal Tamas paling underestimate sama film action Korea. Kata dia film action barat lebih canggih kemana-mana. Huuuw, blom tau dia, film korea jenis thriller aka detektif-detektifan bagus-bagus banget padahal. Lebih nguras otak buat menebak siapa suspectnya. Bahasa lainnya ngetwist di ending. Ga mengandalkan tampang alias fisik semata, tapi lebih ke karakteristik tokohnya. Makanya aku hapal banget klo yang jadi pemainnya rata-rata adalah artis Korea senior dengan tampang yang jauh dari oppa oppa K-pop yang kata ABG sekarang unyuk-unyuk. Jadi rada suram juga ya selera film Adek, Bang ??

Wokeey, tanpa menunggu persetujuan dari Tamas, akhirnya aku tetap pasang colokan dvd dan memilih judul I'am a Father. Gilaaak ni film menguras emosi banget. Kalian harus tau...ntar aku review belakangan.
Tamas seperti biasa lebih memilih untuk membaca komik One Piecenya dengan khidmat, meski sesekali doi juga nengok karena penasaran. Cuma gengsi aja buat mengakui. Hahaha...
2 jem film berlangsung, tak terasa mataku uda mulai mengantuk. Sungguh terlalu ya Beby Mbul ini? Aku ngibrit bentar ke belakang, tapi dikira Tamas mau pipis. E...ternyata balik-balik, bawa kresek lagi....Isinya duku yang tadi.
"Lho, mau bubuk, kok malah mbontot Dek?"
Mbontot bahasa Jawa dari bawa bekal.
Mbontot bahasa Jawa dari bawa bekal.
Dengan tampang seolah tanpa dosa, aku malah duduk di samping dia terus ngelanjutin acara ngemil duku tadi.
"Owalah le....le..., mbontot di petarangan dulu ya?"
HAHAHAHHAHAH..
Betewe, petarangan artinya sarang.
Huft sudah ah lagi males posting yang tema serius tentang blogging wuhahaha ......
Balik ke tema sehari-hari aja kali yakkk...
Huft sudah ah lagi males posting yang tema serius tentang blogging wuhahaha ......
Balik ke tema sehari-hari aja kali yakkk...

s.e.k.i.a.n
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny