
Pantai Panjang, Bengkulu, sebenarnya salah satu pantai terindah yang saya kunjungi. Ada beberapa alasan, pertama : bulir pasirnya sangat halus, jika kita berjalan bertelanjang kaki, pasirnya tidak akan mengotori kaki kita, begitu nyaman. Alasan Kedua, ombak yang sangat bersahabat, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, hampir sama dengan Kuta lah. Ketiga, garis pantai yang panjang, sesuai dengan namanya Pantai Panjang. Hanya sayang pantai ini kurang dikelola kurang baik sehingga ada beberapa nilai minus: Pertama kotor, baik oleh sampah maupun oleh tumbuhan-tumbuhan liar. Kedua, Penjaja makanan sepanjang pantai yang tidak dikelola profesional sehingga terkesan berantakan dan tidak teratur. Ketiga: tidak tersedianya penjaga pantai, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang di pantai ini. Salah satu potensi wisata yang terkesan terabaikan. Padahal dengan polesan sedikit, saya yakin Bengkulu bisa menjadi obyek wisata pantai alternatif selain Kuta, Parangtritis, Pangandaran, Gili Terawangan dan lainnya.

Senin, 5 Mei 2008, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki ke Kota Bengkulu, Kota yang konon memiliki salah satu pantai yang indah di Indonesia. Sebelum berangkat, sempat sedikit mencari-cari informasi kuliner yang khas dari Kota ini, tapi ternyata sangat sulit mendapatkannya. Akhirnya saya terbang tanpa bekal informasi kuliner sedikitpun. Menginap di Raffles Hotel (**) yang terletak di pinggir pantai, saya baru berburu makanan di Bengkulu di malam kedua. Setelah sedikit berputar-putar, serasa tour city, akhirnya saya melabuhkan mobil di RM. Sari Segara di Jl. Mayjen Sutoyo. Rumah makan yang menyediakan makanan seafood, ayam dan bebek
0 Response to "Wisata kuliner di Bengkulu"
Posting Komentar