Selepas Magrib tamas mengajakku ke Kutabumi. Kali ini sasarannya adalah kedai es teler Singkawang yang uda ga diragukan lagi ketenarannya. Kedai legendaris ini berada di kitaran ruko yang cukup ramai. Apalagi kalau malam minggu seperti ini, pastinya banyak pasangan muda yang memadu kasih sambil mengudap es...sama seperti kami inilah.... (masih pede dong mengaku muda, hihihiw).
Pukul setengah 8 kami sampe lokasi. Bujug busyeettt, rame bener. Bapak penjual sekaligus anaknya sampe turun tangan membantu salah seorang pegawai yang kerepotan mengadoni pesanan. Nah, karena kami ingin ngobrol lebih lama, es pun kami makan di tempat. Kami pesan 2 mangkuk. Satu tanpa ager, satu komplit. Dengan cekatan mbak-mbak pelayannya pun melayani kami, hingga tak sampai 1 menit gunungan es dengan siraman sirop merah jambu dan paduan susu kental manis coklat siap terhidang di atas meja.
| "Motonya kok dari belakang ya???!!" |
| "Es serut dengan siraman sirup merah dan susu" |
| "Ini dia isinya..." |
| "Suegerrrrr !!" |
Aku langsung pilih yang tanpa ager. Karena aku emang ga doyan potongan ager yang dicampurin ke es. Sedangkan tamas langsung nyamber yang isinya komplet. Apa sih isi di balik serutan es yang menggunung ini...? Macem-macem. Ada alpukat, kacang merah, kacang ijo, juga kelapa muda. Segerrrrrr lahhh...Harganya juga lumayan, per mangkoknya cuma Rp 6000. Udah mengalami kenaikan beberapa kali sih. Sebab tamas uda sering bolak balik kemari dari jaman harganya 2000 sampe naik seperti sekarang.
Nah, kelar bayar, kami masi pengen pacaran nih. Mending cari film ajah buat pengantar bobok. Akhirnya mobil kami parkir di depan ruko kosong, lalu kami tinggal jalan kaki.(Tiba-tiba keluar soundtract "Kemesraan ini...janganlah cepat berlaluuuu........ Icik-icik ahemb).
Kami pun jalan cukup jauh, hingga akhirnya sampai di tempat film. Untuk urusan tontonan, kami punya 1 kesamaan, yaitu sama-sama suka film action. Akhirnya kami pilih Taken 2. Sebelumnya kami uda nonton sekuel pertamanya di Trans TV sih, jadi penasaran begitu tahu ada cerita lanjutannya. Sisanya aku pilih Korea. Tapi ini bukan Korea yang cinta-cintaan lebay itu yah. Khususon Korea, aku demen banget ama thriller kriminal gitu. Yang ada detektif-detektifnya itu loh, macam Cold Eyes, dkk. Pokoknya yang isinya bikin mikir. Bukan film rendahan yang ga jelas alur ama pesan yang ingin disampaikan ke penonton. Habis cari-cari film, kamipun lanjut menyusuri pasar malam.
Di sepanjang pasar, mataku tak lepas dari pernak-pernik jualan yang digelar di sepanjang toko. Waktu nyampe di depan sebuah toko jilbab, tamas seperti tahu bola mataku kian berbinar,
Aku sendiri punya kelemahan dalam hal belanja. Yaitu tidak bisa memutuskan dengan cepat mana benda yang mau kupilih. Karena gemes, tamas akhirnya pilihin jilbab yang kira-kira bagus menurut dia. Tanpa tedeng aling-aling dia langsung suruh itu mbak-mbak penjaga buat nurunin 1 model jilbab yang masih terpasang di patung. Pas aku mau protes, karena bentuknya kek model jilbab ibu-ibu, Huuuffft kayak biasanya langsung dipatahkan teoriku sama tamas. Katanya, "Bagus kok. Cerah, simpel, ga pusing liatnya kalo dedek pake, udah cepet dicoba."
Ditambah rayuan maut sang penjaga toko agar segera meng-ACC pembelian, akupun nurut. Pas di cermin toko itu, mungkin juga karena aku masangnya didoble sama kerudung yang aku pasang waktu itu--jadi kelihatannya pas-pas aja. Warnanya cantik. Bunga-bunga biru dalam balutan bahan yang tidak panas. Oke deh, aku mau yang itu. Tamas tersenyum gembira. "Oke mbak, bungkusin yang itu!" ujarnya.
Nah, aku pikir uda selese. Eh ternyata tamas masih melihat 1 model kerudung lagi yang menurutnya cukup cantik. Ditunjuklah patung lain yang tengah mengenakan bergo warna coklat semu marmer (warna menurut aku ga jelas arahnya ke mana). Pas tamas merengek biar aku cobain yang itu, aku bilang....OOOOOOGAAAAHH!!! Ga mau yang itu. Itu mah kerudung emak-emak banget. Warnanya juga bikin kulit kelihatan item taukkkk..." Hohohooo, ga hilang akal, karena emang niatnya tamas pengen kasih aku 2 biji, akhirnya yang satunya disuruh bebas pilih yang mana. Aku pilih yang mirip-mirip ama yang biru aja ya, tapi warnanya bunga-bunga ungu. Ada rumbai-rumbainya. "Iya,iya, boleh," katanya. Buat mbul apa si yang ga boleh. Hahahahhah....(joged-joged dalam hati). Oke deh, abis itu dibungkusin ama mbaknya. Dan kita pulang dengan hati gembira. #Entah kenapa kalo lagi pengen nonton film, kami antusias banget. Hahahhaha...
Sampe di rumah, langsung dicobain dong itu jilbab. Daaannnn terererrettt, ternyata oh ternyata pantulan kaca di rumah lain dengan kaca yang ada di toko. Mukaku terlihat tembem kemana-mana. Makin makin bulet, bulet, dan bulet!!! Mungkin karena bentuk jilbabnya bergo kali ya, jadi kesannya bulet bulet gimana gitu,
0 Response to "Es Buah Singkawang Tangerang"
Posting Komentar