Sambil menunggu datangnya paket kuota yang (((lagi-lagi))) cuma bisa jalan pas jam-jam kampret mencari nafkah, akhirnya timbullah ide untuk menulis sesuatu. Tentang review film. Kan belum pernah ya... Ceritanya biar konten blog ini lebih bervariasi.
![]() | |
| Suasana pemandian air panas milik Yubaba (sumber : thedissolve.com) |
Ngomongin soal cerita yang ngefeknya cukup sampe ke relung hati, aku punya stok film anak-anak (((yang temanya masih tetep ada hantu-hantunya juga))) dengan judul Spirited Away. Film lama sih, dirilis tahun 2001. Tapi recomendedbanget karena mengandung banyak pelajaran moral khususnya tentang kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya. Dan jangan salah loh, film ini telah banyak menuai penghargaan diantaranya...Oscar.
Adapun tokoh sentralnya bernama Chihiro. Seorang anak perempuan sepantaran SD dengan karakter penakut namun pantang menyerah. Suatu hari dia sedang berada dalam satu mobil dengan ayah ibunya untuk memulai kehidupan baru dan pindah sekolah. Namun demikian, bukannya gembira, ia malah manyun berkepanjangan. Sepertinya ia masih belum move on dengan sekolah lamanya. Ibu dan ayahnya pun menyemangatinya sambil sesekali mengamati kanan kiri jalan.
![]() |
| Chihiro yang kurang antusias saat hendak pindah (sumber : www.ign.com) |
![]() |
| Mobil tiba-tiba berhenti di mulut gua sebuah hutan (sumber : www.deepfocusreview.com) |
Lama mobil itu melaju hingga akhirnya tersesat ke jalan hutan. Makin ke depan, aroma mistis makin terasa. Chihiro sempat keberatan dengan perjalanan ini, tapi ayah ibunya tetap menggampangkan sampe akhirnya tibalah di sebuah mulut gua yang di dalamnya tersimpan aneka misteri.
Penasaran dengan gua itu, si Ayah memimpin untuk memulai ekspedisi. Sebenarnya cuma sekedar kepo. Soalnya di balik gua tersebut ada sebuah tempat yang maha dahsyat indahnya. Yaitu padang rumput berhembuskan angin dengan gemericik sungai yang menghubungkannya dengan sebuah perkampungan. Perkampungan apakah itu? Rupa-rupanya seperti perkampungan zaman Jepang kuno. Karena dilihat dari desain dan arsitekturnya yang menegaskan kalau tempat itu lumayan klasik.
Anehnya, di siang bolong begini malah tak nampak seorangpun di tempat ini. Chihiro sudah feeling ada yang tak beres. Namun demikian ayah dan ibunya tetap nekad saja menerobos setiap sudut demi sudut kotanya. Sampai tibalah mereka pada satu kedai makanan yang menyajikan aneka lauk pauk yang aromanya sudah tercium dari berkilo-kilo meter jauhnya. Karena ingin makan, dipanggil-panggilnyalah sang pedagangnya. Anehnya, tidak ada seorangpun yang muncul. Berhubung sudah sangat lapar dan terpikat oleh bongkah-bongkah ikan dan ayam yang dimasak dengan aneka rupa, dicuillah sedikit demi sedikit makanan tersebut. Ayah dan ibunya saja sih yang melakukannya, sedangkan Chihiro enggan. Ia merasakan hawa yang kurang mengenakkan dengan keadaan ini.
Lalu ia berlari ke arah kuil yang menyihirnya sejak pertama kali masuk. Di sana, ia merasakan dejavu dengan tempat tersebut. Sambil berpikir demikian, muncullah seorang anak lelaki berbaju kimono dengan tatapan marah ke arahnya. Dihardiknya ia supaya lekas pergi dari tempat ini sebelum malam tiba. Chihiro ketakutan. Ia berlari ke kedai tadi untuk memberitahukan ancaman anak laki-laki tersebut kepada ayah ibunya. Lagipula ia juga sudah tidak bertah berlama-lama di tempat ini.
Saat kembali ke kedai, alangkah terkejutnya ia karena tak didapatinya kedua orangtuanya tadi. Yang ada malahan 2 ekor babi rakus yang mengenakan baju serupa dengan baju ayah ibunya. Kedua babi tersebut masih saja menghabiskan bermangkuk mangkuk nasi juga lauk pauk yang ada di atas meja.
![]() |
| Ayah ibunya disihir menjadi babi (sumber : www.shroomery.org) |
Sementara itu hari sudah mulai petang. Chihiro menangis dan berteriak memanggil ayah ibunya. Tapi keadaan tak berubah. Wujud orang tuanya yang asli tak menampakkan diri. Hal ini semakin menakutkan karena tiba-tiba lampu-lampu kota menyala. Satu demi satu mahluk asli yang ada di kota tersebut muncul. Ah, ternyata ini adalah kota hantu.
Chihiro berlari tak tentu arah. Sampailah ia di tepi sebuah laut. Ia melihat sebuah kapal menepi ke dermaga. Satu persatu penumpangnya yang berwujud mahluk-mahluk aneh seperti katak, hantu kimono, dan hantu-hantu lainnya bermunculan dan menuju ke kuil yang dilihatnya tadi siang. Karena di kawasan tersebut bau manusia sangat busuk, maka setiap manusia yang sampe tersesat di sana bakal diburu. Saat itulah, anak laki-laki yang tadi menyuruhnya pergi datang menyeretnya dan berlari dengan sekuat tenaga.
Tujuannya adalah menyelamatkan Chihiro dari hantu-hantu tadi. Lagi pula, badan Chihiro lama-kelamaan akan menghilang kalau sampai ketahuan.
Sesampai di tempat sepi, Chihiro menangis sejadi-jadinya dan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi. Sebelumnya, ia diberikan sebutir obat untuk mengembalikan badannya ke bentuk semula. Perlahan-lahan ia sembuh. Lalu anak laki-laki itu menceritakan secara singkat mengenai hal-hal yang telah terjadi pada Cihiro dan menawarkan sebuah solusi.
Orang tuanya benar-benar disihir karena memakan sesuatu tanpa izin. Tak ada cara lain, Chihiro harus membebaskan kutukan tersebut dengan memohon kepada Yubaba, seorang penyihir wanita yang menjadi penguasa kota dan punya bisnis pemandian air panas paling ramai di kota tersebut. Caranya ?? Ia bisa melamar pekerjaan kepada Yubaba supaya bisa merayunya untuk membebaskan kedua orang tuanya.
Alur kemudian berjalan lurus sambil menceritakan aneka rupa pengalaman Cihiro pada saat bekerja di pemandian, mengurus berbagai macam konsumen dengan tipikal yang berbeda-beda, juga persahabatannya dengan si anak laki-laki tadi.
Ngomongin soal kelebihan, jujur aja hampir semuanya bisa kukatakan jempol. Aku yang sedikit banyak menggemari film-film animasi nyatanya tak komplain dengan penyajian dari film ini yang hanya mengandalkan efek 2 dimensi. Bentuknya memang kartun. Meski demikian, mulai dari penempatan karakter, isi cerita, alur, setting, sinematografi, dan lain-lainnya ga kalah seru sama yang 3 dimensi.
Karakter-karakter pada setiap tokoh terbilang kuat. Terlepas dari si tokoh utama Chihiro dan anak laki-laki jelmaan naga yang ditaksirnya, aku sangat suka pada beberapa figuran seperti Kamaji, beberapa ekor katak dan SPG pemandian air panas yang memberikan selera humor di beberapa scene. Juga karakter hantu lumpur, Big Baby, hantu 3 kepala, dan tak lupa sang antagonis Yubaba.
![]() |
| Yubaba 9sumber : mesin pencarian google) |
![]() |
| Ekspresinya sangat dapett nih, sumber :www.giphy.com ) |
Kamaji adalah gerbang utama saat Chihiro melamar kerja pada Yubaba. Meski bentuknya seram, dengan tangan 4 di kanan kirinya, hantu laba-laba ini mempunyai sifat kebapakan. Setiap harinya ia bertugas menjalankan bahan bakar di ruang bawah tanah dengan ribuan batu pengangkut batu bara sebagai anak buahnya. Ia yang melihat kesungguhan hati seorang anak manusia yang ingin menolong kedua orang tuanya pun tak tega saat salah seorang hantu wanita mencium bau manusia di ruangannya. Kamajipun mengaku bahwa Chihiro adalah cucunya. Ia juga memberikan petunjuk Chihiro untuk sampai ke ruangan Yubaba dengan selamat.
Sebagai tokoh antagonis, peran Yubaba di sini sangat-sangat apik. Tergambar sebagai seorang wanita tua yang kesehariannya super duper sibuk dengan bisnis pemandian air panasnya (((anjirrr ada juga pebisnis hantu ginih))), tak lupa ia juga patroli kota dengan menjelma menjadi burung saat malam hari. Sifatnya yang profit oriented (((namanya juga pebisnis))) selalu mengantarkannya pada keputusan yang efisien dan efektif. Mula-mula ia menolak memperkerjakan Chihiro, tapi sesaat setelah Chihiro bisa meyakinkannya untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk pemandian air panasnya, maka iapun diterima.
Yang sangat-sangat tidak diduga adalah, meskipun kejam Yubaba sangat sangat mencintai anaknya, Big Baby (bayi berukuran besar dan melebihi dirinya) sehingga mau melakukan apapun untuknya. Pernah suatu kali Big Baby curhat pada Chihiro bahwa ia sangat bosan di dalam kamar dan ingin jalan-jalan, lalu disihirlah ia menjadi tikus agar tidak ketahuan, sementara hantu 3 kepala yang menggantikannya menyamar. Dan saat Yubaba mengetahui Big Baby tidak ada di tempat, murkalah ia. Dipikirnya anaknya diculik, lalu dilakukanlah segala cara untuk mendapatkannya kembali. Padahal kan sebenarnya memang Big Baby yang ingin ikut jalan-jalan mengunjungi kembaran Yubaba yang ternyata sifatnya sangat bertolak belakang dengan ibunya.
![]() |
| Big Baby yang mencuri perhatian (sumber : www.debriefdaily.com) |
Mungkin sedikit kritik pada film ini yakni, adegan naksir-naksiran antar tokoh utamanya keliatan terekspouse dalam. Bagaimana akhirnya si anak manusia sepantaran SD akhirnya jatuh cinta pada hantu jelmaan naga yang telah menolongnya itu. Hmm.....memang masa-masa SD biasa sih yang namanya berkembang cinta monyet. Tapi yang ada di sini terlalu dramatis...dan efeknya bisa bikin mewek siapa saja yang menonton. Ah....cinta tak harus saling memiliki bukan? ((Yah setidaknya Chihiro ada kenangan manis waktu kecil, tentunya dengan pangeran naga pahlawannya)).








0 Response to "Review Spirited Away"
Posting Komentar