Sunpride like a diamond....
Sunpride like a diamond....
Sunpride like a diamond....
# Sungkem Rihanna dulu, lagunya kupelesetin jadi ngarah ke Sunpride.
Saking cintanya ama Sunpride ini, makanya sampe kebawa-bawa ama lirik lagu.
AZEEEGGHH !!!
Memang ya kekuatan branding itu luar biasa besar ngefek ke pasar. Aku contohnya.
Sehari setelah mengikuti seminar yang salah satu pembicaranya adalah manajemen PT Sewu Segar Nusantara (SSN) akhir 2014 lalu, aku jadi makin sadar akan pentingnya buah.
Sebenarnya pembicara seminar yang kuikuti waktu itu lumayan banyak. Cuma kok ya mataku kehipnotis ama stand-nya Sunpride. Maklum cuma ini yang nyajiin makanan sendiri. Bocah gembul
| Lincah banget tu tangan *sight* |
| Percobaan pada nanas honi |
Waktu itu yang jadi target rajang-rajangnya adalah nanas honi. Wah, ini nanas ngajakin berantem banget. Rasanya pengen dimakan !!! Hahahha. Abis ga tahan lihat warnanya yang kemilau keemasan gitu hihihi...
Sedikit fakta tentang nanas honi adalah kadar oksalatnya cukup rendah sehingga tidak menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. Dari sini, untuk mencicipnya sudah tidak perlu repot-repot merendamnya dalam air garam seperti nanas-nanas kebanyakan.
Selain itu konten asam askorbatnya juga rendah sehingga kebal terhadap pembusukan. Tau ga, begitu disajikan di atas meja, ga nyampe 5 detik langsung ludes itu piring disikat peserta seminar. Wah-wah, mata boleh ngadep presentasi, tapi.....lidah tetep ngunyah nanas honi.
| Aku tergoda sama kilau emasnya.. |
| Langsung abis dalam itungan detik |
Terus kenapa makin sadar akan pentingnya buah setelah mendapat edukasi dari Sunpride?
Selain emang cinta mati sejak kecil *jangan-jangan termasuk golongan kampret*, aku tahu bahwa ada beberapa zat penting yang dibutuhkan tubuh dan itu cuma terkandung dalam buah. Makanya yang namanya buah tetep harus disematin pada setiap kali jam makan. Atau minimal harus dikonsumsi sebanyak 1 biji dalam sehari.
Sunpride, denger namanya aja uda rada kebule-bulean ya. Uda gitu buahnya mulus-mulus lagi. Warnanya cerah-cerah. Ada nenas, jambu biji, melon, semangka, pepaya, apel, kiwi, anggur, dll. "Uda pasti import semua nih," batinku yang waktu itu belom tahu kalo Sunpride ini milik lokal.
But, setelah mendengar dengan seksama penjelasan Sunpride, seketika itu juga aku melongo *kalau ga ada cicak beol di atas atap mungkin aku ga bakal sadar*.
Ternyata si SSN ini ga main-main dalam memproduksi setiap butir dari buahnya. Ya, dengan merangkul lebih dari 1.000 petani lokal nyatanya buah yang dihasilkan mampu mendulang efek cita rasa internasional. Resepnya? Ternyata para petani dan pekerja kebunnya ini dididik secara ketat mengenai prosedur pengemasan dan penyimpanannya.
Dari situlah relasi yang kuat akhirnya terbentuk. SSN boleh PeDe karena ia mampu meyakinkan pemasar di Indonesia yang jumlahnya mencapai 1.000 toko rantai. Selain itu SSN juga mampu menggaet pasar tradisional.
Seiring dengan makin dewasanya konsumen serta selera yang makin kompleks, SSN juga telah menjelma menjadi distributor buah yang tak bisa diproduksi di Tanah Air. Keren ya??? *tepuk tangan kenceng-kenceng*
| Wuih ada yang kotak-kotak gini lho |
| Ini yang full bulet |
Byuuhh...panjang juga ya prestasinya??
Mengacu sama kredibilitas yang dipunya, akhirnya aku ga ragu lagi buat nyemilin buahnya Sunpride. ASELIII !!! Biar lokal, tapi rasa tetep premium. Apalagi pas ada challenge My 7 Day Fruit Diary. Beuh...siklat langsung bleeehh ! Ga pake tantangan aja uda jadi kalong tiap hari, apalagi pake tantangan, langsung niat banget ini Nyunpride-nya hehehhe...
Senin, 10 Agustus 2015
*Geret-geret suami ke Alfa Midi buat beli buah*
"Kudu Sunpride ya Dek?" suami berkata sambil tangannya memilah-milah aneka buah di rak pendingin.
"Iya dong. Kalau bisa yang LENGKAP biar MENANG !!!" Mataku berapi-api saking niatnya. HAHAHHA...
Hari pertama, menunya adalah pisang dan buah naga. Kenapa pilih ini? Karena di mini market stoknya udah abis-abisan. Yaudin, walhasil diborong semua-muanya *maruk*. Lagipula menerapkan pola makan yang mengedepankan kombinasi buah dan sayur berdasarkan warnanya kan sedang hot-hot-nya. Apa salahnya dicoba.
Terus diapain aja itu buah-buahan?
Kalau pisang satu kali leeebbb langsung beres. Males diapa-apain. Lagipula kalau ngelihat pisang dijus, biasanya aku langsung hilang selera. Mungkin ga biasa kali ya, lihat bentuknya. Kan agak-agak lembek gimana gitu. Hahahha... Oy ya, pisang yang aku suka dari Sunpride adalah jenis Cavendish. Mungkin karena kesengsem sama wangi dan kulitnya yang mulus kali yah.
![]() |
| Pisang Cavendish |
![]() |
| Buah naga jumbo |
| Jus buah naga |
Selasa, 11 Agustus 2015
Karena waktu itu beli pisangnya langsung 1 sisir, maka di hari ke-dua pun masih ada stok. Lumayan boook buat pengganti nasi. Tau sendiri pisang itu banyak mengandung karbohidrat. Hehehhe..
Terus buat pelengkapnya kebetulan aku masih ada sisa buah lain yakni belimbing lokal yang kudapat dari Pasar Minggu. Makannya diselang-seling aja. Jadi kayak pisangnya yang jadi nasi, nah belimbingnya yang jadi airnya.
![]() |
| Pisang lagi *oke saya emang cinta pisang* |
![]() |
| Belimbing lokal yang maniiiiiiiis banget |
| Dipadu padan sama ini |
Rabu, 12 Agustus 2015
*Wah gawat, Tangerang lagi dilanda kekeringan !!!*
Mati air berkepanjangan tiba-tiba menghantui seluruh warga kompleks. Bahkan berjam-jam ditunggu, keran air itu tak kunjung nyala. Akhirnya kami musti berhemat air. Salah satunya dengan cara makan buah yang kaya akan kandungan air. Kayak pear. Langsung deh kucluk-kucluk cari ke super market buat beli Golden Pear-nya Sunpride.
![]() |
| Mauk?? |
![]() |
| Krauuukkk !! |
Kamis, 13 Agustus 2015
*Cuaca Tangerang semakin panaaaasss...*
Debu pun bertebaran di mana-mana.
Mungkin beginilah efek dahsyat kekeringan.
Buat ngademin pikiran, makan Pepaya California lah jawabannya. Yang simpel-simpel aja. Begitu dikupas langsung dimakan.
Ngomong-ngomong soal nama, biarpun ada unsur ke-Amrik-Amrik-annya, tapi Pepaya California ini sudah bisa tumbuh di lahan subur Indonesia. Kira-kira 500 m di atas permukaan air laut. Keunggulannya adalah, pemanenannya lebih cepat, warnanya lebih mengkilat, daging buahnya tebal, serta bijinya sedikit.
![]() |
| Cakep juga ya warna pepayanya? |
Jumat, 14 Agustus 2015
Hari Jumat itu biasanya identik dengan hari yang penuh berkah. Apalagi kalau dilengkapi dengan sekeranjang buah. Wah...hati ini bisa berbunga-bunga sepanjang hari.
Kebetulan, persediaan pisang kemarin sudah habis. Akhirnya kami hunting lagi. Maklum, aku sudah addict sama wanginya yang ternyata bersumber dari potasium yakni zat yang bisa memberikan efek menenangkan pada tubuh. Jadi kalau kamu stess, makan pisang gieh cepet-cepet. Suntuk dan kawan-kawannya langsung bye-bye dalam sekejap.
Tambahan buah lainnya adalah belimbing sisa kemarin dan juga jambu kristal.
| Lengkap kannn ??? |
Sabtu, 15 Agustus 2015
Bekerja bersama petani lokal, SSN telahmengembangkanlangkah-langkahpengendaliankualitas yang ketat yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh lebih dari 1.000 petani lokal. - See more at: http://www.sunpride.co.id/indonesia/#sthash.zJK1qTff.dpuf
Bekerja bersama petani lokal, SSN telahmengembangkanlangkah-langkahpengendaliankualitas yang ketat yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh lebih dari 1.000 petani lokal. - See more at: http://www.sunpride.co.id/indonesia/#sthash.zJK1qTff.dpuf
Sabtu adalah waktu yang pas untuk mengudap jambu batu. Atau kalau di Sunpride namanya Guava Crystal. Jambu dengan tekstur renyah dan manis asem ini emang pasnya dicocol pake bumbu rujak. Sayangnya, stok bumbu lagi limit. Gula Jawa dan perintilan bumbu rujak lainnya lagi dihemat. Alhasil, aku langsung krauuukk aja dari kulitnya. Toh kulitnya juga mengandung vitamin kan? Asalkan sebelumnya sudah dicuci bersih dulu ya gaes ??![]() |
| Kayak bola tenis ya |
![]() |
| Tapi ini sebenarnya jambu lohh |
| Ini dia penampakannya |
*Intip isi kulkas. Masih ada buah apa aja ya di sana?*
Ternyata cuma ada semangka kuning, apel, jeruk, dan pisang Sunpride. Pisangnya awet banget ya, ga abis-abis. hehhehe... Ya, biarpun bukan kawannya monyet, tapi boleh lah aku makan pisang tiap hari.
| Muluuuuss |
| Variasikan dengan buah-buahan yang lain |
Oh ya, di Indonesia, pisang Cavendish ini terkenal dengan sebutan pisang ambon putih. Menilik manfaatnya, ternyata pisang ini cocok banget buat aku yang seorang blogger dan musti ngetem lama-lama di depan komputer.
Karena eh karena, pisang ternyata dapat menyehatkan penglihatan. Persis seperti yang dituang dalam www.sunpride.co.id, makan sedikitnya 3 porsi buah dalam sehari dapat menurunkan risiko gangguan penglihatan atau bahasa kerennya degenerasi makula. Jadi, seseorang yang mengkonsumsi 3 atau lebih pisang dalam sehari, akan didapatkan 36% lebih rendah untuk menderita degenerasi makula. Wow super banget ya si kuning panjang yang satu ini?
Nah kawan, mengkonsumsi buah secara rutin ternyata seru ya? Ga kudu berhenti juga di hari ke-7. Lanjuut aja terus. Karena selain sehat, lebih ramah juga di kantong ketimbang ngemil jajanan mahal di kafe-kafe.
Budayakan makan buah dalam sehari. Pastikan kecukupan gizimu terpenuhi :)
1 Mangkok Pisang (Medium) 118g %angka kecukupan gizi Potasium 422 mg 12% Karbohidrat 27 g 9% Serat Pangan 3 g 14% Gula 14 g - Protein 1 g - Total Lemak 0 g - Vitamin A - 2% Vitamin B6 - 22% Vitamin C - 17% Mangan - 16% Magnesium - 8% Zat Besi - 2% Riboflavin - 5% Niasin - 6% Folat - 1% Kalsium - 1% - See more at: http://www.sunpride.co.id/produk/pisang-cavendish/#sthash.ObqqbzeK.dpuf









0 Response to "My 7 Days Fruit Diary : Gado-gado Buah Dalam Seminggu Ala Sunpride"
Posting Komentar