Ngomongin soal rumah, kayaknya ini masih jadi hot topic yang ga ada habis-habisnya. Terutama di kalangan masyarakat yang sudah menyandang status berkeluarga. Ibaratnya kalau bisa beli rumah sendiri, predikat mapan sudah siap dikantongin. Parameter inilah yang membuat sebagian pasangan muda merasa ciut lantaran sudah ngebet kawin namun kondisi finansial masih cekak. Seperti halnya yang aku alamin.
Wang-sinawang terhadap kehidupan orang lain, misalkan waktu kakak mau nikah, jauh hari sebelumnya dia sudah kasak-kusuk bayar DP. Bapak juga ikut membantu merancang desainnya karena sedikit banyak beliau paham tentang dasar-dasar bangunan. Ibu antusias memberi masukan ini itu terkait interior. Wah pokoknya banyak yang mensupport si calon mempelai ini deh. Sedangkan aku yang bercita-cita menyusul satu tahun setelahnya jadi rada-rada bimbang. Pikiranku kembang-kempis mengingat si Mas selama ini ga seheboh kakakku yang sudah colong start soal investasi. Padahal kan makin ke sini metode jual beli rumah sudah semakin dipermudah dengan adanya sistem KPR. Tapi tetep aja, ngebayangin uang pangkalnya itu loh yang ga sanggup. Musti kiloin berapa tahun gajian kali yah heheheh...
Nah, jauh-jauh hari sebelum merried, suami sudah sering mendapat pertanyaan ‘besok mau tinggal dimana?’ oleh bapak dan ibu. Ya, meski ga langsung mak jegerrr nanya, tapi pertanyaan keramat ini selalu disematkan dalam setiap kali perbincangan saat doi ngapel sore-sore.
Terus jawabannya apa? “Mau ambil rumah diTangerang Pak, Bu.”
Tegas, lugas, dan mantab.
Aku yang mencuri dengar pembicaraan ini tak kuasa menahan senyum sambil membikinkan teh di ujung dapur. Padahal aku tau banget keuangan si mas masih terseok-seok. Jangankan rumah, ngomongin resepsi aja kadang masih menimbulkan efek manyun pada salah satu pihak (baca : aku). Ya, maklumlah. Mungkin karena masih bujang jadi uang tu bagaikan lagu Letto yang datang dan pergi...oh begitu saja...semua kuterima apa adanya... (TSAAHHH).
| Ruko-ruko (doc.pribadi) |
| Management Office Citra Raya (doc.pribadi) |
Kembali ke masalah finansial, untunglah kami berdua sudah satu visi. Pilihan domisili di Tangerang adalah keputusan yang tepat karena dekat kantor suami. Sebagai istri, aku sifatnya ngikut saja. Cuma waktu itu belum kepikiran langsung dapat rezeki rumah. Paling mentok-mentoknya ngontrak....
Ya gimana engga, tabungan hampir ludes buat biaya nikah. Tadinya mau yang sederhana aja. Tapi tetep ya, namanya di kampung, kalau ga pake resepsi pasti bakal dicibir orang. Akhirnya semampunya aja sih, meski duit tetep kekuras buanyaakk sehingga kami sementara harus hidup prihatin di mess suami yang penuh dengan butiran debu. Kurang lebih hampir 2 bulan aku bertahan dengan alergi biduran yang kumat belasan kali karenanya. Hingga akhirnya suami merasa terpanggil untuk segera menghadirkan hunian yang nyaman untukku.
Tak lama berselang muncul kabar suami sudah berhasil serah terima kunci dengan salah satu pemilik rumah di kompleks dekat kantor. Alhamdulilah, sujud syukur. Ukurannya sempit sih. Ya, bahasa gawl-nya minimalis, hehe...Kenanya Rp 285 jutaa-an. Gubragg banget ya, properti di Tangerang. Rumah seimut kecil itu aja uda segitu. Gimana yang agak gedean dikit? Tadinya Rp 300 juta. Tapi akhirnya nego. Soalnya pemilik sebelumnya ga mau urus surat pindah nama dsb-nya. Alhasil kami yang harus turun tangan sendiri. Dan guess what? Biayanya mahal juga ternyata. Uang si mas masih kurang. Karena dia menanggung cukup besar untuk DP yakni sekian ratus juta, sedangkan sisanya nyicil karena dapat bantuan dari kantor. Tadinya dia mau coba jual motor ninja, tapi kubilang jangan ah...sayang banyak kenangannya waktu masih pacaran. Akhirnya kuiklaskan Rp 15 jutaan keluar dari tabungan pribadiku untuk urus surat-surat. Hiks...padahal 15 jeti dari sekian rupiah tabunganku udah aku simpen-simpen sampe puasa Senen Kemis selama kerja 2 tahun. Hhahahah... Tapi ga pa pa lah ya. Namanya juga kerja sama. Toh akhirnya kepake juga buat kepentingan bersama.
Akhirnya aku diboyong ke rumah tersebut dan menempatinya sampai sekarang. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Hingga suatu ketika wilayah pemukiman kami dihantam bencana yang datang bertubi-tubi. Karena dari sisi geometris, bentuknya menyerupai cerukan, jadi daerah ini menjadi sasaran banjir di musim-musim penghujan. Sebenarnya ini sudah menjadi warning pada saat awal-awal pembelian. Soalnya sudah sering diliput TV juga (edyyyaaan).
Memang sih banjirnya tidak sampai ke tempat kami. Tapi nyeberang dikit nih, nyampe di Blok B, C, dan D, sudah berleleranlah itu air kemana-mana. Mefeeeettt banget booook. Ibaratnya satu rumah diloncati ruko, nah setelah ruko itulah lokasi banjirnya. Mana airnya item pekat pula. Akhirnya banyak warga sebelah yang akhirnya mengungsi ke deretan ruko yang persis berdempetan dengan rumah kami. Banjir yang memakan waktu kurang lebih seminggu itu akhirnya menuai banyak Pe-eR. Ya, timbunan sampah yang terbawa lumpur sisa banjir atau pengungsian yang membuat tatanan kompleks jadi acak adut.
Itu satu tahun yang lalu. Baru-baru ini gantian kekeringan yang melanda *sight*. Kalau yang ini cukup merata di seantero Tangerang sih. Karena kebetulan Bendungan Cisadane sedang dalam proses perbaikan. Meski cukup jadi kejutan juga, karena seumur-umur baru sekali itu PDAM tewas dan kami harus kekurangan air bersih selama berhari-hari terutama saat Agustusan menjelang.
Selain itu, rumah kami yang sekarang juga jauh dari pasar sehingga kalo mau masak musti nyetok sayuran untuk beberpa hari yang menjadikan kondisi sayuran dan lauk agak tidak begitu fresh. Kondisi yang jauh dari pusat kota juga memungkinkan kami untuk jarang-jarang berwisata. Setidaknya untuk ke mall pun, harus meluangkan waktu yang benar-benar free. Pun demikian dengan tempat rekreasi lainnya yang sifatnya lebih ke wisata edukasi.
Kadang dari hati kecil yang paling dalam, sering tersemat pertanyaan masih betahkan kami tinggal di lingkungan yang seperti ini?
Selain itu, rumah kami yang sekarang juga jauh dari pasar sehingga kalo mau masak musti nyetok sayuran untuk beberpa hari yang menjadikan kondisi sayuran dan lauk agak tidak begitu fresh. Kondisi yang jauh dari pusat kota juga memungkinkan kami untuk jarang-jarang berwisata. Setidaknya untuk ke mall pun, harus meluangkan waktu yang benar-benar free. Pun demikian dengan tempat rekreasi lainnya yang sifatnya lebih ke wisata edukasi.
Kadang dari hati kecil yang paling dalam, sering tersemat pertanyaan masih betahkan kami tinggal di lingkungan yang seperti ini?
Well, melirik hunian lain tentu tidak ada salahnya. Setidaknya ini bisa menambah referensi jika ingin berinvestasi selanjutnya. Oprek-oprek websiteperumahan, berhentilah pencarianku di CitraRaya Tangerang. Apaan nih? Penasaran menguasai otak, akhirnya aku cermati satu-satu apa saja yang ditawarkan di situ.
Iseng-iseng nyeletuk ke suami, “Mas...Citra Raya bagus ga sih?”
Suami melirik heran,”Perumahan elit. Itukan Ciputra punya. Ada proyeknya mas juga di situ, Ciputra Hospital. Kalau rumahnya, ya gede-gede banget lah. Dedek mauk?”
WOW Aku kaget juga. Langsung aja merengek-rengek minta dibawa ke sana buat memastikan.
Minggu, 30 Agustus 2015 kira-kira pukul 16.00 WIB, kami memutuskan untuk hang out ke lokasi. Cari sore. Sapa tau bisa nemu spot cantik buat foto-foto kulineran. Denger-denger di sana banyak banget pusat jajanan. Dengan segudang impian yang kutangkap dari penjelasan si Mas, akhirnya kami meluncur. Sebenarnya jarak dari rumah kami ke sana lumayan dekat. Cuma karena ada beberapa ruas jalan yang sedang dalam proses pengecoran, maka perjalanan kami lumayan agak tersendat. Kira-kira 1 jam kami baru nyampe.
| Pintu Gerbang Citra Raya Tangerang (doc.pribadi) |
| Ciputra Hospital (doc.pribadi) |
| Masjid Raya Citra Raya (doc.pribadi) |
Memasuki gerbang utama yang dipugar kokoh dengan berhiaskan kawanan patung kuda, kamipun merasa seperti berada dalam dongeng-dongeng. Bujug buneng !!! Gerbangnya aja udah segini megah. Apalagi dalemnya? Pasti banyak kejutan !!! Masih disinari sorot mata yang penuh kekaguman, aku tak kuasa untuk mengabadikan setiap detail kompleksnya untuk dituangkan ke dalam blog.
Mengusung konsep Kota Modern, satu dari sekian banyak unit bisnis Ciputra ini tampaknya mantap bertransformasi menjadi hunian elit nan berkelas. Bukan hanya sekedar memberikan rumah tinggal yang ‘wow’, tapi juga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin membuka usaha dengan bertaburannya ruko-ruko dalam satu pusat niaga yang terstruktur apik. Yang jadi magnet utama sebenarnya adalah ini. Siapa sih yang tidak ingin tinggal dekat pusat-pusat penunjang kebutuhan hidup kayak di Citra Raya ini? Yang kalo ibarat nasi goreng paket komplit adanya.
Selain itu, dalam 1 paket perumahan yang bernapaskan Eco Culture ini, Citra Raya juga menghadirkan fasilitas sekolah, rumah sakit (Ciputra Hospital), tempat ibadah, pusat niaga, dan tempat-tempat umum lainnya. Termasuk diantaranya dengan tidak menafikkan keberadaan ruang terbuka hijau pada setiap sisinya. Sehingga setiap jarak pandang tertentu terdapat taman-taman cantik yang lanskapnya ditata sedemikian rupa dan membuat siapa saja yang melihat merasa dekat dengan alam. Tambahan lagi, beberapa objek patung yang berukuran raksasa juga dipajang di tengah-tengah kota hingga mengundang siapa saja yang lewat merasa patut untuk mandeg dan berfoto sejenak.
| World of Wonders (doc.pribadi) |
| Water World (doc.pribadi) |
Itu belum seberapa. Masuk lagi ke dalam, ternyata kami menemukan hal lain yang lebih menarik lagi yaitu tempat wisata yang semakin menambah khazanah wisata di Tangerang. Ada wisata air yakni Water World yang menyajikan wahana kolam renang, kolam ombak, kolam ember, dan kolam arus yang kesemuanya dilengkapi dengan pemandangan serba dinosaurus. Serta World of Wonders yang menyajikan miniatur 7 keajaiban dunia. Kami kebetulan mampir sejenak ke 2 tempat itu sebelum benar-benar tutup menjelang magrib. Ternyata, meski sudah hampir pertang, banyak juga yang masih asyik konkow-kongkow bareng keluarga atau pacar karena memang tiketnya murah.
Bagi yang doyan jajan, ada pula pusat kuliner MardiGras dan Ciffest lengkap dengan musik-musiknya. Meski kami tidak sempat makan di sana, tapi kami tetap puas sebab kami menyempatkan diri untuk mampir ke Citra Raya Square 2 yang menjadi surganya baju-baju cantik dengan settingan pasar malam. Dan tebak apa yang kudapat ? Sebuah cardigan biru kece yang lumayan murmer.
| Ciffest (doc.pribadi) |
Selain itu tak lama lagi akan dibangun Eco Plaza, Mal Ciputra Citra Raya, dan Citra Raya Business District, dsb. Wah... wah... bisa aja nih Citra Raya ngebikin betah para penghuninya. Ya iyalah, secara udah ada kurang lebih 60 ribu jiwa yang tinggal di sana. Karena ga bisa dielakkan lagi kalau lingkungan tuh turut mempengaruhi kualitas hidup dan kenyamanan seseorang.
Urusan budget, memang benar istilah ‘ada rupa, ada harga’. Misal, yang ingin buka usaha bisa ngelirik Ruko Little Ginza di Ecopolis yang dilaunching akhir Agustus ini. Perkiraan harganya sih M-M-an ya... Cuma sepadan lah, karena letaknya sungguh sangat strategis da dilalui banyak orang. Tapi bisa dibayar cash ataupun KPR sih. Makanya yuk, tabung-tabung gaji yang rajin hihihi.
| Citra Raya Square 2 (doc.pribadi) |
| Pasar Malamnya (doc.pribadi) |
| Aneka dagangan yang dijual (doc.pribadi) |
Terus...terus... tipe-tipe rumah tinggalnya gimana? Info paling hotnya sih ada Citra Raya GardenVille yang merupakan Mega Cluster terbarunya Citra Raya. Luasnya sekitar 20 ha dengan total kluster 5 yang terdiri dari 800 unit rumah. Fasilitasnya juga bejibun, kayak ada jogging track dan pedestrian walkway yang memisahkan pejalan kaki dan penggendara kendaraan bermotor, mini club house yang terdiri dari kolam renang anak-anak, community hall, children playground, dan taman bermain aktif, mini outbound untuk anak-anak yang menyukai tantangan. Kelebihan lain yang ditawarkan adalah sistem keamanan double gate. Pemilihan unitnya dimulai tanggal 31 Mei-30 Agustus dengan harga mulai Rp 500 juta promo cashback 20-50 juta.
Gimana? Tertarik berinvestasi di Citra Raya Tangerang? Udah deal-in aja...:)

kelinci99
BalasHapusTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino