Kepiting Asam Manis Special, Hary Crab, Samarinda
Tanggal 10 Maret 2008 merupakan keberangkatan pertama saya kaluar kota di tahun ini. Tepat seminggu setelah kelahiran anak kedua, saya harus terbang ke Samarinda. Setelah mengalami delay selama 2 jam, pesawat yang saya tumpangi akhirnya landing di Balikpapan pukul 11.25 WITA, kemudian saya melanjutkan perjalanan dengan taksi ke Samarinda. Wisata kuliner saya mulai malam harinya dengan mengunjungi Hary Crab, tempat makan sea food yang berlokasi di Jl Pahlawan, tepetnya di sudut pertigaan dengan Jl. Kulintang. Berikut sedikit coretan tentang sajian di tempat makan ini...
Kepiting Asam Manis Special, adalah menu special di Hary Crab. Kepiting yang sudah dipotong-potong dimasak dalam kuah asam manis yang kental. Bumbunya tidak seasam dan semanis bumbu asam manis yang biasanya kita temui di tempat makan di Pulau Jawa, tapi justru inilah letak kelezatan dan keunikannya. Nilai plus yang utama adalah kepiting yang disajikan adalah kepiting telur, telur kepiting yang merah membaur dalam daging kepiting putih yang tebal. Konon, kalau bulan tidak terang (bukan bulan purnama) maka lebih mudah untuk mendapatkan kepiting telur dibanding kepiting biasa. Harga per porsi Rp.50.000,-
Ikan Trekulu Goreng. Di setiap daerah sering saya temui jenis ikan yang baru, demikian pula di Kota Samarinda ini. Di deretan menu, teman saya tertarik untuk mencoba Ikan Trekulu. Seekor ikan panjang dan besar segera tersaji meja kami dengan didampingi sambal terong. Daging ikannya gurih, layak untuk diganjar dengan selembar uang 50ribu-an.
Pulangnya, mampir dulu ke tepian sungai Mahakam untuk menikmati Durian Melak, durian khas dari Kalimantan Timur. Sambil menikmati aliran sungai Mahakam, aroma buah durian khas dengan cepat menyergap indera pengecap kita. Tapi hati-hati, walau tertulis angka Rp.5000, tapi harga itu hanya ditujukan pada buah durian yang paling kecil dan masih mentah. Untuk durian yang matang, paling tidak kita harus mengeluarkan uang antar 15-25ribu rupiah satu butirnya.Dan hati-hati juga, setelah makan kepiting & kerang, dilanjutkan dengan durian, tentunya angka kolestrol di tubuh kita mungkin akan meningkat. Tinggal pinter-pinternya kita mengatasinya
Bahan:
- 2 ekor kepiting Probolinggo
- 3 buah cabai rawit, potong kasar
- 3 sdm saus tomat botol Merek Chikko produksi Malang
- 3 sdm minyak goreng
- 300 cc air
- 2 ekor kepiting Probolinggo
- 3 buah cabai rawit, potong kasar
- 3 sdm saus tomat botol Merek Chikko produksi Malang
- 3 sdm minyak goreng
- 300 cc air
Bumbu Halus:
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah kemiri, sangrai
- 3 cm kunyit, bakar
- 3 cm jahe, bakar
- 3 siung daun bawang
- ½ sdt jinten, sangrai
- ½ sdt lada
- ½ sdt garam
- ½ sdt penyedap rasa Aji No Moto
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah kemiri, sangrai
- 3 cm kunyit, bakar
- 3 cm jahe, bakar
- 3 siung daun bawang
- ½ sdt jinten, sangrai
- ½ sdt lada
- ½ sdt garam
- ½ sdt penyedap rasa Aji No Moto
Cara Membuat:
1. Bersihkan kepiting lalu potong-potong cangkang dan kakinya dan memarkan.
2. Siapkan wajan, masukkan kepiting, air, cabai rawit dan minyak goreng. Rebus hingga air sedikit mengering dan kepiting matang.
3. Masukkan bumbu halus dan saus tomat masak hingga bumbu kental, aduk rata. angkat
1. Bersihkan kepiting lalu potong-potong cangkang dan kakinya dan memarkan.
2. Siapkan wajan, masukkan kepiting, air, cabai rawit dan minyak goreng. Rebus hingga air sedikit mengering dan kepiting matang.
3. Masukkan bumbu halus dan saus tomat masak hingga bumbu kental, aduk rata. angkat
0 Response to "Wisata kuliner di Samarinda"
Posting Komentar