Berbincang soal sambal sate Bulayak dan makanan tradisional Lombok, kesempatan menjajal Ayam Taliwang tak boleh dilewatkan.
Kami berdua menyantapnya sepulang dari Gunung Pengsong, tempat ziarah umat Hindu yang terletak di sebuah bukit -dimana dari tempat ini pengunjung dapat bercengkerama dengan monyet kelabu serta menikmati pemandangan indah pesisir barat Lombok dan panorama matahari terbenam.
Ayam Taliwang terbuat dari ayam dara. Yaitu sebutan buat ayam muda yang berusia sekitar 4 bulan. Dibubuhi garam, bawang putih dan minyak sayur atau mentega serta dibakar hingga matang.
Disajikan dengan sambal kacang serupa sambal sate Bulayak. "Bila sambal dicampurkan ke ayam sebelum dibakar, namanya Ayam Taliwang. Tapi bila ayam dibakar tanpa bumbu kacang dan cara menyantapnya baru dicocolkan ke sambal tadi, namanya jadi ayam bakar," papar Pak Azmin, sopir taksi yang kami tumpangi.
Dengan cara dicampur bumbu kacang serupa sambal sate Bulayak, rasa pedas Ayam Taliwang terasa lebih mantap, karena sambal meresap lebih lama. Sementara buat mereka yang kurang suka pedas, cara penyajian terpisah dari sambal kacang rasanya lebih pas.
Dan sebagai pelengkap sajian Ayam Taliwang, jangan lewatkan Pelecing Kangkung. Lalap sayuran matang yang terdiri dari kangkung, kacang panjang dan tauge kukus atau rebus ditambah gorengan kacang tanah utuh, disajikan dengan dua macam sambal. Yaitu sambal tomat serta sambal urap kelapa.
Pedasnya dua macam sambal ini jangan ditanya. Kata Pak Azmin, cabe Lombok terkenal pedasnya. "Apalagi yang dihasilkan dari cara berkebun tradisional," tuturnya. "Cabe yang ditanam tanpa pupuk, hasilnya lebih pedas!"
0 Response to "Wisata kuliner di Lombok"
Posting Komentar